LHOKSEUMAWE | posindependent.com – Upaya melestarikan kuliner tradisional Aceh sekaligus berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan kembali dilakukan oleh komunitas Keuneubah melalui kegiatan “Keuneubah Berbagi Vol. 2” di salah satu kawasan permukiman di Kota Lhokseumawe.
Dalam kegiatan sosial tersebut, para relawan membagikan takjil berbuka puasa berupa kuliner khas Aceh kepada masyarakat sekitar. Berbeda dari kegiatan berbagi takjil pada umumnya, Keuneubah menghadirkan aneka panganan tradisional yang dikenal sebagai Keuneubah Datu, seperti bhoi, meuseukat, timphan, serta minuman khas Aceh.
Takjil tradisional tersebut tidak hanya menjadi pelepas dahaga saat berbuka, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan kembali kekayaan kuliner warisan leluhur kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam suasana penuh kehangatan, para relawan terlihat berbaur langsung dengan warga saat menyerahkan paket takjil. Interaksi sederhana itu menghadirkan nuansa kebersamaan dan kekeluargaan yang kental di tengah masyarakat selama Ramadan.
Salah satu penggerak kegiatan, Jihan Fanyra, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berbagi makanan, tetapi juga menjadi upaya kecil untuk menjaga identitas budaya Aceh.
“Kegiatan ini memang sederhana, tetapi kami percaya dari hal kecil seperti ini semangat mencintai budaya sendiri bisa tumbuh kembali, khususnya di kalangan anak muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini tidak sedikit generasi muda yang mulai asing dengan berbagai kuliner tradisional Aceh.
“Kami ingin generasi muda kembali mengenal, mencicipi, dan bangga terhadap kuliner warisan daerahnya sendiri,” tambahnya.
Keuneubah sendiri merupakan gerakan kolektif anak muda yang berfokus pada pelestarian nilai-nilai budaya Aceh. Melalui program Keuneubah Berbagi, komunitas ini berupaya memadukan aksi sosial dengan edukasi budaya, agar warisan kuliner indatu tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang menerima paket takjil dengan penuh syukur. Ke depan, Keuneubah berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa dengan jangkauan yang lebih luas serta melibatkan lebih banyak generasi muda dalam upaya pelestarian budaya Aceh.


