LHOKSEUMAWE | Posindependent.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lhokseumawe dan Aceh Utara melakukan pemantauan rukyatul hilal 1 Syawal 1447 hijriah, di Buki Tawor Blang Tiron, Komplek Perumahan PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Kamis, 19 Maret 2026.
Kegiatan itu, turut dihadirkan ahli Ilmu Falak dari Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN Suna) Tgk Ismail Alfarlaqy.
“Hari ini hasil pemantauan di Lhokseumawe mulai dari terbenam matahari sampai terbenam hilal tidak bisa teramati,” kata Tgk Ismail.
Dikatakan Tgk Ismail, terutama kondisi hilal secara hisab belum memenuhi ingkar rukyatul hilal. Kedua secara cuaca di ufuk barat awannya sangat tebal sehingga menyebabkan tidak dapat teramati.
“Pengamatan hilal dimulai semenjak terbenam matahari pukul 18.45 WIB sampai terbenamnya hilal 18.58 WIB,” ujarnya.
Sedangkan keputusan 1 Syawal, sambung Tgk Ismail, keputusannya kembali pada sidang isbat di Kementerian Agama. Setelah dilaporkan hasil pengamatan dari seluruh Indonesia sebanyak 117 titik.
“Keputusan 1 Syawal tergantung kapan ditetapkan oleh Kemenag setelah sidang isbat,” kata Tgk Ismail.
Tgk Ismail potensi perbedaan pelaksanaan hari raya Idul Fitri sangat tinggi. Kendatipun nantinya berbeda penetapan 1 Syawal baik itu Jumat atau Sabtu, ia berharap semua masyarakat dapat melapangkan dada.
“Kedepankan toleransi agar kerukunan terjaga dengan baik,” imbuhnya.


