Berita Ekonomi & Bisnis

Transaksi QRIS di Wilayah Kerja KPwBI Lhokseumawe Capai Rp1,93 Triliun

KPw BI Lhokseumawe jumpa pers dengan awak media. Foto: Humas.

Lhokseumawe | Posindependent.com – Aktivitas ekonomi digital di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe terus menunjukkan peningkatan. Perkembangan tersebut tercermin dari semakin luasnya penggunaan QRIS oleh masyarakat dan pelaku usaha, serta bertambahnya jumlah UMKM yang masuk ke ekosistem digital. Kondisi ini menjadi salah satu peluang yang terus didorong Bank Indonesia untuk memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Pada periode Januari–Juni 2026, nominal transaksi QRIS di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe tercatat sebesar Rp1,93 triliun, dengan volume mencapai 24.002.952 transaksi. Sementara itu, jumlah merchant QRIS terus mengalami peningkatan hingga mencapai 136.179 merchant pada Juni 2026. Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di masyarakat dan dunia usaha.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, KPwBI Lhokseumawe optimistis perekonomian Lhokseumawe dan wilayah sekitarnya akan terus tumbuh, dengan digitalisasi ekonomi menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas aktivitas usaha, meningkatkan efisiensi transaksi, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM.

Polisi Tangkap Pencuri dan Penadah Pakaian di Lhokseumawe

Hal tersebut disampaikan Kepala KPwBI Lhokseumawe, Yudo Herlambang, dalam kegiatan Temu Media KPwBI Lhokseumawe bertema “Sinergi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, Jumat, 14 Agustus 2026.

“Digitalisasi ekonomi terus meningkat. Ini menjadi peluang yang sangat besar bagi daerah, khususnya bagi UMKM. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang masuk ke ekosistem digital, kita optimistis aktivitas ekonomi Lhokseumawe dan sekitarnya dapat terus berkembang,” ujar Yudo.

Menurut Yudo, penguatan digitalisasi juga perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan berbagai kanal digital secara optimal. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pemasaran melalui e-commerce dan meningkatkan akses terhadap layanan perbankan serta pembiayaan.

PQN 2026 Dorong Digitalisasi dan Transaksi UMKM di Lhokseumawe

KPwBI Lhokseumawe, kata dia, terus mendorong onboarding UMKM go digital agar pelaku usaha lokal dapatmeningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Sebanyak 8 UMKM di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe telah lolos kurasi untuk mengikuti pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta pada 20–23 Agustus 2026.

Selain mendorong digitalisasi UMKM, KPwBI Lhokseumawe juga terus memperkuat literasi dan pelindungan konsumen. Sepanjang Januari–Juli 2026, telah dilaksanakan 15 kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait Pelindungan Konsumen dan QRIS dengan total peserta sekitar 3.000 orang.

“Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus meminimalkan risiko fraud dan scam dalam transaksi digital,” imbuh Yudo.

HUT RI ke-81 di Sawang Meriah, Empat Grup Rapai dan Dua Grup Seudati Tampil

Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement