Aceh Utara | Posindependent.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 34 mengubah lahan kosong di Yayasan Pendidikan Islam Jannatul Yatim, Gampong Dayah Meunara, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, menjadi area budidaya sayuran. Program yang berlangsung Jumat, 14 Agustus 2026 itu mengajak warga dan penghuni yayasan menanam kangkung serta pakcoy untuk mendukung pemanfaatan lahan dan kemandirian pangan.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penanaman. Mahasiswa juga memberikan pengetahuan praktis mengenai tahapan budidaya agar warga dapat melanjutkan pengelolaan lahan secara mandiri setelah masa KKN selesai.
Ketua KKN Kelompok 34 Unimal, Sara Yulis, mengatakan mahasiswa memilih lahan yang selama ini belum dimanfaatkan agar memiliki fungsi produktif.
“Kita mengajak warga dan penghuni yayasan untuk bersama-sama mengolah lahan sekaligus mengenal teknik budidaya sayuran yang sederhana dan mudah diterapkan untuk swasembada pangan,” kata Sara Yulis.
Mahasiswa bersama warga kemudian memulai kegiatan dengan membersihkan gulma dan tanaman liar yang tumbuh di area tersebut. Mereka selanjutnya mengolah dan menggemburkan tanah sebelum menyiapkannya sebagai media tanam.
KKN Unimal Ajarkan Budidaya Kangkung dan Pakcoy
Proses pengolahan lahan menjadi bagian penting dalam kegiatan mahasiswa KKN Unimal budidaya kangkung dan pakcoy tersebut. Mahasiswa menjelaskan bahwa persiapan media tanam perlu mendapat perhatian agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Setelah kondisi lahan siap, mahasiswa dan warga membuat area tanam. Mereka kemudian menaburkan benih kangkung dan pakcoy secara bersama-sama.
Mahasiswa tidak hanya memberikan instruksi dari sisi teori. Mereka memperkenalkan tahapan budidaya melalui praktik langsung, mulai dari pengolahan tanah, penyemaian, hingga teknik penanaman.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat warga dan penghuni yayasan memiliki pengalaman langsung dalam mengelola tanaman sayuran. Dengan begitu, kegiatan KKN dapat meninggalkan pengetahuan yang tetap bisa digunakan setelah mahasiswa kembali dari lokasi pengabdian.
Program itu juga memiliki manfaat jangka pendek bagi kebutuhan yayasan. Jika tanaman berkembang dan menghasilkan panen, sayuran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Jannatul Yatim.
Dalam jangka panjang, pengetahuan yang diperoleh warga dapat menjadi modal untuk mengembangkan budidaya sayuran secara mandiri.
Lahan Kosong Didorong Menjadi Sumber Pangan
Pemanfaatan lahan kosong menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN Kelompok 34 Unimal menghadirkan kegiatan yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Alih-alih membiarkan lahan tidak terpakai, mahasiswa mengajak warga melihat potensi lahan tersebut sebagai ruang produksi pangan. Pilihan kangkung dan pakcoy juga memungkinkan masyarakat memulai budidaya sayuran melalui proses yang sederhana.
Ketua KKN Kelompok 34 berharap warga dapat melanjutkan perawatan tanaman yang sudah ditanam. Mahasiswa juga berharap lahan tersebut terus dikembangkan sehingga manfaatnya tidak berhenti ketika program KKN berakhir.
Konsep keberlanjutan menjadi salah satu nilai penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa tidak hanya meninggalkan hasil berupa tanaman, tetapi juga berupaya memberikan keterampilan yang dapat diterapkan kembali oleh warga.
Bagi yayasan, keberadaan lahan produktif dapat memberikan manfaat tambahan karena hasil budidaya berpotensi digunakan untuk kebutuhan sayuran sehari-hari.
Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Jannatul Yatim, Tgk Ikhwadi, menyambut baik kegiatan mahasiswa KKN tersebut.
Menurut dia, program itu memberikan manfaat karena mengubah lahan yang sebelumnya tidak digunakan menjadi area yang dapat menghasilkan sesuatu sekaligus menjadi tempat belajar bagi anak-anak di lingkungan yayasan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena lahan kosong yang selama ini tidak terpakai kini bisa menghasilkan manfaat, baik untuk kebutuhan sayuran maupun edukasi bagi anak-anak di yayasan,” ujar Tgk Ikhwadi.
Dukungan juga datang dari Aparatur Gampong Dayah Meunara. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pihak yayasan, dan pemerintah desa menjadi bagian dari pelaksanaan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Keterlibatan berbagai pihak membuat kegiatan tidak hanya menjadi agenda mahasiswa, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengelola hasil program.
Diharapkan Berlanjut Setelah KKN Berakhir
Mahasiswa KKN Kelompok 34 Unimal berharap lahan yang sudah dibersihkan dan ditanami dapat terus dirawat oleh warga serta pihak yayasan.
Perawatan tanaman menjadi tahap penting untuk memastikan program menghasilkan manfaat sesuai tujuan awal. Jika budidaya berjalan baik, hasil panen dapat digunakan untuk kebutuhan yayasan sekaligus menjadi pengalaman bagi warga dalam mengembangkan tanaman pangan.
Program mahasiswa KKN Unimal budidaya kangkung dan pakcoy ini pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang menanam sayuran. Kegiatan tersebut mendorong perubahan fungsi lahan dari ruang yang sebelumnya tidak digunakan menjadi lahan produktif yang memiliki nilai manfaat bagi lingkungan yayasan dan masyarakat.***


