Berita Ekonomi & Bisnis

Kementerian Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif melalui Penguatan Desain Kemasan

Workshop Desain Kemasan yang diselenggarakan di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Kamis, 20 Agustus 2026. Rina.

Lhokseumawe | Posindependent.com — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) terus mendorong pemulihan ekonomi kreatif di wilayah terdampak bencana melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. Salah satunya melalui Workshop Desain Kemasan yang diselenggarakan di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas, fungsi, dan daya tarik kemasan produk, sekaligus mendukung pelaku usaha agar dapat kembali bersaing di pasar setelah terdampak banjir pada akhir 2025.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti hanya pada workshop hari ini, tetapi dapat menjadi awal dari lahirnya produk-produk kreatif Kota Lhokseumawe yang semakin berkualitas, memiliki kemasan yang baik, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” kata Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini.

Sekdaprov Marindo Dorong Tata Kelola Organisasi Pemprov Lampung Lebih Adaptif

Ia menambahkan, workshop diikuti pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya, khususnya pengrajin sulam bordir dan anyaman yang terdampak banjir pada 2025. Pemilihan subsektor ini, kata Husaini,  mempertimbangkan potensi kriya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Kota Lhokseumawe yang dapat dikembangkan melalui penguatan desain, kemasan, dan branding.

“Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata turut berperan dalam mengidentifikasi potensi dan menjaring peserta sesuai kebutuhan program,” ujarnya.

Untuk memperkuat materi, Kementerian Ekraf menghadirkan narasumber dari Indonesia Design Development Center (IDDC), Kementerian Perdagangan, yang memberikan pengetahuan praktis mengenai pengembangan desain kemasan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya lintas kementerian untuk memperkuat kapasitas dan daya saing produk kreatif daerah.

Fadhlullah Minta Samsat se-Aceh Jadi Teladan, Kendaraan Petugas Wajib Berpelat BL

Direktur Arsitektur dan Desain, Kementerian Ekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, menyampaikan bahwa kemasan dan branding dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah produk.

“Harapannya, peserta dapat memperoleh manfaat yang langsung diterapkan pada produk mereka. Dengan penguatan kemasan maupun branding, produk diharapkan memiliki nilai tambah, tampil lebih menarik, dan semakin siap bersaing di pasar,” ujar Megawati.

Kegiatan ini, sambung dia, sekaligus melengkapi program pengembangan subsektor kriya yang dilakukan Kementerian Ekraf melalui Direktorat Kriya. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih berkelanjutan, mulai dari penguatan produk hingga pengembangan desain, kemasan, dan branding.

Amiruddin Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Pencemaran Nama Baik Wali Kota Lhokseumawe

“Kita terus mendorong penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha pelaku ekonomi kreatif, khususnya di wilayah terdampak bencana, sehingga produk kreatif lokal dapat kembali tumbuh dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” imbuhnya.

Iklan
Iklan
bir ali
× Advertisement
× Advertisement