Aceh Utara | Posindependent.com – Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe menyalurkan 3.312 ton bantuan pangan beras kepada 110.433 kepala keluarga (KK) di Aceh Utara pada Sabtu, 12 September 2026. Pemerintah mengarahkan bantuan tersebut untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah kenaikan harga beras di pasar.
Penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh total 30 kilogram beras.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, mengatakan kenaikan harga beras menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Bantuan ini diberikan pemerintah untuk menanggulangi inflasi, karena harga beras di pasar cukup tinggi disebabkan kondisi panen belum begitu merata,” kata Iqbal.
Bantuan beras menjangkau 27 kecamatan
Bulog mencatat jumlah penerima bantuan pangan beras di Aceh Utara mencapai 110.433 KK. Dengan alokasi 30 kilogram untuk setiap penerima, total beras yang harus disalurkan mencapai 3.312.990 kilogram atau sekitar 3.312 ton.
Program tersebut menjangkau masyarakat di 27 kecamatan di Aceh Utara.
Iqbal menjelaskan, wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe tidak hanya mencakup Aceh Utara. Bulog juga menangani penyaluran bantuan pangan untuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Bireuen.
Untuk Bireuen, Bulog menyalurkan 2.173.200 kilogram beras. Sementara Lhokseumawe menerima alokasi sebanyak 682.110 kilogram.
Penyaluran itu menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan pangan masyarakat ketika harga beras mengalami tekanan di pasaran.
Warga terbantu di tengah harga beras tinggi
Bagi penerima manfaat, bantuan tersebut memberikan ruang bagi keluarga untuk mengurangi beban belanja kebutuhan pokok.
Halimah, warga Kecamatan Samudera, mengaku bersyukur setelah menerima bantuan beras tersebut. Ia bahkan harus mengantre selama beberapa jam untuk mendapatkan jatah bantuan.
“Saya sangat senang, ini bisa tahan beberapa bulan. Karena sekarang saya tidak bisa lagi turun ke sawah, jadi sangat membantu,” ujar Halimah.
Ia berharap bantuan pangan tersebut dapat meringankan kebutuhan rumah tangga, terutama ketika harga beras masih tinggi.
Muhammad Iqbal berharap penyaluran bantuan pangan beras dapat membantu menjaga harga beras sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
“Harapan kita dengan penyaluran beras bantuan pangan ini, harga beras dan daya beli di pasaran tetap terjaga,” katanya.***


