Aceh Utara | Posindependent.com – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mendorong pemerintah gampong di lingkungan perusahaan memperkuat tata kelola pemerintahan dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Upaya itu dilakukan melalui pelatihan peningkatan kapasitas geuchik dan Tim Penggerak PKK yang berlangsung selama dua hari, 3–4 November 2026, di Banda Aceh.
Kegiatan tersebut melibatkan geuchik beserta Ketua TP-PKK dari lingkungan perusahaan, unsur Muspika Kecamatan Dewantara, Mukim Keude Krueng Geukueh, dan Mukim Cot Murong.
Sekretaris Perusahaan PT PIM, Syahrul Kamal, mengatakan penguatan kapasitas aparatur gampong penting untuk meningkatkan kualitas pemerintahan, kepemimpinan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar tidak hanya sebatas aktivitas industri, tetapi juga kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
“Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah gampong, perlu terus diperkuat agar keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya, Kamis, 5 November 2026.
PIM berharap peningkatan kapasitas geuchik dan TP-PKK tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut melalui program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Camat Dewantara, Munawir, mengatakan pelatihan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi geuchik dan TP-PKK untuk memperoleh pengetahuan serta pengalaman yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing gampong.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan ekonomi gampong dari Edi Fadhil, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh.
Materi berikutnya disampaikan Founder The Suficademic Supertraining, Said Muniruddin, yang membahas kepemimpinan, transparansi pengelolaan dana desa, serta pentingnya integritas dalam menjalankan pemerintahan gampong.
Sementara itu, para Ketua TP-PKK mengikuti kegiatan khusus yang berorientasi pada pengembangan ekonomi perempuan. Mereka melakukan kunjungan pembelajaran ke Gampong Penyeurat, Kecamatan Banda Raya, untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Pada hari kedua, peserta mengikuti kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Rombongan TP-PKK mengunjungi usaha pengolahan ikan tuna khas Aceh, Keumamah Cutkak, di Gampong Peurada, Kecamatan Syiah Kuala. Kunjungan ini memperkenalkan peluang pengembangan produk olahan ikan sebagai sumber pendapatan bagi perempuan dan keluarga.
Selanjutnya, seluruh peserta mengunjungi Balai Gampong Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Di sana, mereka mempelajari pengembangan potensi lokal, penguatan kelembagaan usaha, serta pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian kunjungan ditutup di Gampong Wisata Meunasah Balee, Aceh Besar, dengan melihat pengelolaan kawasan wisata Pantai Tebing dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Maju Jaya.
“Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh contoh konkret pengelolaan potensi gampong yang dapat dikembangkan di wilayah masing-masing,” ujarnya.***


